Larangan Menceritakan Mimpi Buruk Kepada Orang Lain

Larangan Menceritakan Mimpi Buruk Kepada Orang LainBerikut ini adalah tiga hadits yang menerangkan larangan menceritakan mimpi buruk kepada orang lain disertai penjelasannya yang dikutip dari Kitab Syarah Shahih Muslim karya Imam An-Nawawi.
5884. حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ حَدَّثَنَا لَيْثٌ ح وَحَدَّثَنَا ابْنُ رُمْحٍ أَخْبَرَنَا اللَّيْثُ عَنْ أَبِي الزُّبَيْرِ عَنْ جَابِرٍ عَنْ رَسُوْل الله صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ لِأَعْرَابِيٍّ جَاءَهُ فَقَالَ إِنِّي حَلَمْتُ أَنَّ رَأْسِي قُطِعَ فَأَنَا أَتَّبِعُهُ فَزَجَرَهُ النَّبِيُّ صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَقَالَ لاَ تُخْبِرْ بِتَلَعُّبِ الشَّيْطَانِ بِكَ فِي الْمَنَامِ
5884. Qutaibah bin Sa’id telah memberitahukan kepada kami, Laits telah memberitahukan kepada kami. (H) Dan Ibnu Rumh telah memberitahukan kepada kami, Al-Laits telah mengabarkan kepada kami, dari Abu Az-Zubair, dari Jabir, dari Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam, bahwasanya beliau pernah bersabda kepada seorang arab badui yang datang kepada beliau. Orang arab badui itu berkata, “Aku bermimpi bahwa kepalaku putus dan aku pun segera mengejarnya” Lalu Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam melarang orang itu seraya bersabda, “Janganlah kamu menceritakan tentang gangguan setan terhadap dirimu di dalam mimpi.”
Takhrij hadits
Ditakhrij oleh Ibnu Majah di dalam Kitab Ta’bir Ar-Ru`ya Bab Man La’iba Bihi Asy-Syaithan Fii Manaamih Falaa Yuhaddits Bihi An-Naas (nomor 3913), Tuhfah Al-Asyraf (nomor 2915).
5885. وَحَدَّثَنَا عُثْمَانُ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا جَرِيرٌ عَنِ اْلأَعْمَشِ عَنْ أَبِي سُفْيَانَ عَنْ جَابِرٍ قَالَ جَاءَ أَعْرَابِيٌّ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ يَا رَسُوْل الله رَأَيْتُ فِي الْمَنَامِ كَأَنَّ رَأْسِي ضُرِبَ فَتَدَحْرَجَ فَاشْتَدَدْتُ عَلَى أَثَرِهِ فَقَالَ رَسُوْل الله صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِلْأَعْرَابِيِّ لاَ تُحَدِّثْ النَّاسَ بِتَلَعُّبِ الشَّيْطَانِ بِكَ فِي مَنَامِكَ وَقَالَ سَمِعْتُ النَّبِيَّ صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَعْدُ يَخْطُبُ فَقَالَ لاَ يُحَدِّثَنَّ أَحَدُكُمْ بِتَلَعُّبِ الشَّيْطَانِ بِهِ فِي مَنَامِهِ
5885. Dan Utsman bin Abi Syaibah telah memberitahukan kepada kami, Jarir telah memberitahukan kepada kami, dari Al-A’masy, dari Abu Sufyan, dari Jabir, dia berkata, “Suatu ketika datanglah seorang arab badui menemui Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam sembari berkata, ‘Wahai Rasulullah, aku bermimpi seolah-olah kepalaku dipukul hingga putus dan menggelinding, lalu aku pun segera mengejarnya.’ Maka Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda kepada orang arab badui itu, ‘Janganlah kamu menceritakan kepada manusia tentang gangguan setan terhadap dirimu di dalam mimpi.” Jabir berkata, “Beberapa waktu setelah itu aku mendengar Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam berkhutbah dan mengatakan, ‘Janganlah salah seorang di antara kalian menceritakan tentang gangguan setan terhadap dirinya di dalam mimpi.”
Takhrij hadits
Ditakhrij oleh Ibnu Majah di dalam Kitab Ta’bir Ar-Ru`ya Bab Man La’iba Bihi Asy-Syaithan Fii Manaamih Falaa Yuhaddits Bihi An-Naas (nomor 3912), Tuhfah Al-Asyraf (nomor 2308).
5886. وَحَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ وَأَبُو سَعِيدٍ اْلأَشَجُّ قَالاَ حَدَّثَنَا وَكِيعٌ عَنِ اْلأَعْمَشِ عَنْ أَبِي سُفْيَانَ عَنْ جَابِرٍ قَالَ جَاءَ رَجُلٌ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ يَا رَسُوْل الله رَأَيْتُ فِي الْمَنَامِ كَأَنَّ رَأْسِي قُطِعَ قَالَ فَضَحِكَ النَّبِيُّ صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَقَالَ إِذَا لَعِبَ الشَّيْطَانُ بِأَحَدِكُمْ فِي مَنَامِهِ فَلاَ يُحَدِّثْ بِهِ النَّاسَ. وَفِي رِوَايَةِ أَبِي بَكْرٍ إِذَا لُعِبَ بِأَحَدِكُمْ وَلَمْ يَذْكُرْ الشَّيْطَانَ
5886. Abu Bakar bin Abi Syaibah dan Abu Sa’id Al-Asyaj telah memberitahukan kepada kami, mereka berdua mengatakan, Waki’ telah memberitahukan kepada kami, dari Al-A’masy, dari Abu Sufyan, dari Jabir, dia berkata, “Suatu ketika datanglah seorang lelaki menemui Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam seraya mengatakan, ‘Wahai Rasulullah, aku bermimpi seolah-olah kepalaku putus.’ Maka Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam pun tertawa lalu bersabda, ‘Jika setan mengganggu salah seorang di antara kalian di dalam mimpinya, maka janganlah ia menceritakannya kepada manusia.” Di dalam hadits riwayat Abu Bakar disebutkan, “Jika salah seorang di antara kalian diganggu” dan tidak menyebutkan, “Setan.”
Takhrij hadits
Telah ditakhrij sebelumnya, lihat hadits nomor 5885.
Tafsir hadits : 5884-5886
Perkataannya, “Dari Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam, bahwasanya beliau pernah bersabda kepada seorang arab badui yang datang kepada beliau. Orang arab badui itu berkata, “Aku bermimpi bahwa kepalaku putus dan aku pun segera mengejarnya” Lalu Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam melarang orang itu seraya bersabda, “Janganlah kamu menceritakan tentang gangguan setan terhadap dirimu di dalam mimpi.”
Al-Maziri mengatakan, “Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam mengetahui bahwa mimpi orang arab badui itu adalah mimpi kosong kemungkinan besar berasal dari wahyu, atau dari sebuah indikasi yang terdapat dalam mimpi orang itu, atau juga dari mimpi buruk orang tersebut yang berasal dari gangguan setan yang membuatnya sedih.”
Beberapa pakar tafsir mimpi di dalam kitab-kitab karangan mereka menafsirkan berkenaan dengan mimpi melihat kepala putus dengan mengatakan,
“Orang yang bermimpi seperti itu merupakan sebuah petunjuk bahwa dia akan kehilangan nikmat yang dia miliki, atau berpisah dengan orang yang lebih tinggi derajatnya daripada dirinya, atau kekuasaannya akan berakhir, dan kondisinya akan berubah di segala sisi kehidupannya. Kecuali jika dialami oleh seorang budak, maka mimpi itu sebuah pertanda dia akan merdeka. Jika dialami oleh orang sakit maka itu sebuah pertanda dia akan sehat. Jika dialami oleh orang yang dililit hutang maka itu sebuah indikasi bahwa hutangnya akan lunas. Jika dialami oleh orang yang belum menunaikan ibadah haji, maka itu sebuah indikasi bahwa dia akan segera menunaikan ibadah haji. Jika yang bermimpi seperti itu orang yang sedang bersedih, maka itu adalah petunjuk bahwa dia akan bergembira. Jika yang bermimpi adalah orang yang sedang ketakutan, maka itu merupakan petunjuk bahwa dia akan aman.”
Wallahu A’lam.
sumber : fimadani.com

| | Read More »

Kesamaan Tugas Manusia dan Jin Dalam Surat Ar Rahman


Kesamaan Tugas Manusia dan Jin Dalam Surat Ar Rahman

Surat Ar Rahman menyempurnakan pokok bahasan yang ada dalam surat (sebelumnya yaitu) surat Al Qamar, yaitu mengenal Allah SWT melalui nikmat-Nya, agar menarik orang untuk memilih jalan keimanan.
Rekan dalam Tugas
Surat ini menampilkan hal baru yang belum ditampilkan oleh surat lainnya, yaitu menyertakan jin (selain manusia) sebagai objek firman Allah. Adapun ayat Allah yang ditunjukkan kepada jin dan manusia, yaitu:
“Kami akan memperhatikan sepenuhnya kepadamu hai manusia dan jin” (31)

Bahkan ayat yang paling banyak diulang dalam surat ini pun berbicara langsung pada dua jenis makhluk tersebut. Sebagai selingan pertanyaan, setiap kali dijelaskan berbagai nikmat.“Hai jama’ah jin dan manusia, jika kamu sanggup menembus (melintasi) penjuru langit dan bumi, maka lintasilah, kamu tiada dapat menembusnya melainkan dengan kekuatan.” (33)
“Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?”
Ayat ini berbicara sama pada manusia dan jin, dengan menggunakan kata “Rabbikumaa…” (Tuhan kamu berdua). Juga memerintahkan keduanya secara bersama untuk mensyukuri nikmat-nikmat Allah SWT dan tidak mendustakannya.
Oleh karena itu ketika ayat-ayat ini diturunkan, Rasulullah SAW bersadba,
“Mengapa aku tidak mendengar kalian mengatakan seperti yang dikatakan para jin?” Para shahabat bertanya, “Apa yang dikatakan oleh para jin?” Rasulullah SAW menjawab, “Mereka mengatakan, “Laa bi syai-in min ni’matika rabbanaa nukadzdzibu… Fa lakal hamdu” – “Tidak ada satupun dari nikmat-Mu wahai Tuhanku yang kami dustakan, untuk-Mu lah segala puji”
Sungguh, ini makna yang indah dan jawaban yang sangat lembut terhadap pertanyaan “Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?”. Sebaiknya Anda mentafakkuri ayat ini setiap kali membaca surat Ar Rahman. Penuhilah hati dan eksistensi Anda dengan mengingat nikmat-nikmat Allah SWT dan mensyukurinya.
Menentukan Pilihan
Metode pemaparan surat ini persis dengan metode yang digunakan surat-surat juz 27 dalam menawarkan pilihan dua jalan, dengan menampilkan dua kelompok manusia. Pertama, kelompok manusia yang mendustakan nikmat Allah.
“Pada waktu itu manusia dan jin tidak ditanya tentang dosanya. Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan? Orang-orang berdosa dikenal dengan tanda-tandanya, lalu dipegang ubun-ubun dan kaki mereka.” (39-41)
Sungguh, ini pemandangan yang menakutkan,
“Inilah neraka jahannam yang didustakan oleh orang-orang berdosa. Mereka berkeliling diantaranya dan diantara air yang mendidih memuncak panasnya.” (43-44)
Berikutnya ditampilkan kelompok kedua, yaitu penghuni surga. Dengan begitu ayat-ayat memberikan pengaruh mendalam pada hati, sehingga bergegas memilih jalan keselamatan.
“Dan bagi orang yang takut akan saat menghadap Tuhannya, ada dua surga. Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?” (46-47)
Telah diakui, surat ini merupakan surat yang paling indah dan dapat menghantarkan muslim mengenal nikmat Tuhan-nya. Dengan demikian ia terbantu untuk memilih jalan kebenaran dan teguh padanya.
Diresume dari terjemah Kitab “Khowathir Qur’aniyah” karya Syaikh Amru Khalid, Penerbit Al I’tishom

Oleh: World Traveller, Yogyakarta
sumber : fimadani.com

| | Read More »

Selamatkan Rohingnya, Selamatkan Dunia!

Rohingya merupakan etnis minoritas muslim yang mendiami Provinsi Arakan di sisi sebelah barat laut Myanmar berbatasan dengan Bangladesh, yang saat ini dikenal dengan provinsi Rakhine/ Rakhaing. Itu sebabnya Rohingya dikenal juga sebagai Muslim Arakan yang populasinya berjumlah lebih kurang 1.000.000 jiwa dan ratusan ribu lainnya hidup dalam pengungsian di berbagai Negara (Bangladesh, Jazirah Arab, Malaysia-Thailand-Indonesia, Australia). Sejak kemerdekaan negara Myanmar pada tahun 1948, Rohingya terus menerus menjadi etnis yang tertindas dan tidak diakui sebagai bagian dari 137 etnis yang diakui di Myanmar. Padahal, berdasarkan catatan sejarah, sebagai etnis mereka telah berdiam di Arakan sejak abad 7 M. Alias jauh sebelum Negara Burma/Myanmar berdiri.
 
Pusat Informasi dan Advokasi Rohingya-Arakan (PIARA) yang dikelola oleh Pusat Advokasi Hukum dan Hak Asasi Manusia (PAHAM) INDONESIA, mencatat bahwa etnis Rohingya selama beberapa dekade ini, utamanya sejak tahun 1940-an kerap mengalami penindasan, pembunuhan, penyiksaan, perkosaan, pemiskinan, maupun diskriminasi baik oleh negara, pemerintah, maupun dari sesama penduduk yang berbeda etnis dan agama dengan mereka. Etnis Rohingya banyak yang tidak diakui kewarganegaraan Myanmar-nya. Juga, mereka tidak mendapatkan hak-hak selayak nya warga negara.

PIARA PAHAM INDONESIA juga mendapati adanya fakta bahwa kekerasan dan penindasan terhadap etnis Rohingya dalam beberapa dekade ini telah menyebabkan banyak warga Rohingya tewas dan rumah tinggal mereka dibakar, terjadinya penahanan dan penyiksaan secara sewenang-wenang yang dilakukan oleh pemerintah dan kelompok mayoritas, kampanye anti rohingya dan anti muslim, wanita-wanita Rohingya diperkosa, pembatasan gerak warga Rohingya untuk keluar dari wilayah Rakhine (bahkan untuk keluar kampung-nya pun sulit), pembatasan terhadap pernikahan, pendidikan, pekerjaan, kesehatan, dan berbagai macam pelayanan publik lainnya.

Dalam konteks hukum HAM Internasional, hak untuk hidup, hak untuk tidak disiksa, hak kebebasan pribadi, pikiran dan hati nurani, hak beragama, hak untuk tidak diperbudak, hak untuk diakui sebagai pribadi dan persamaan di hadapan hukum merupakan hak yang tidak bisa dikurangi oleh siapapun dan pihak manapun termasuk negara (derogable rights) yang diakui dan diatur di dalam Universal Declaration of Human Rights tahun 1948. Dan berdasarkan Statuta Roma tentang International Criminal Court, tindakan yang dilakukan terhadap etnis Rohingya selama berpuluh-puluh tahun adalah bentuk pelanggaran HAM berat terhadap kemanusiaan berupa genocide dan crime against humanity.

Pelanggaran HAM yang dialami oleh warga Rohingya tidak hanya mengancam eksistensi etnis Rohingya tetapi juga mengancam perdamaian dunia. Pembiaran yang dilakukan atas tindakan kejahatan yang dilakukan secara massif dan sistematis tersebut merupakan wujud ketidakpedulian dunia atas nasib Rohingya. Kemana negara-negara peng-agung HAM? Dimana ASEAN? Dimana Dewan Keamanan PBB? Dan dimana kepedulian terhadap sesama manusia?

PIARA PAHAM INDONESIA sebagai lembaga yang dibentuk untuk melakukan pembelaan terhadap Rohingya, akan terus memberikan informasi dan advokasi secara produktif baik secara nasional maupun internasional untuk mendorong dihentikannya segala bentuk penindasan terhadap etnis Rohingya dan mendorong diakuinya serta dipenuhi hak-hak etnis Rohingya sebagai warga negara tanpa adanya diskriminasi dalam bentuk apapun.

Save Rohingya Save Humanity bersama PIARA PAHAM INDONESIA
Anda bisa kunjungi websitenya di sini: http://indonesia4rohingya.org

| | Read More »

Warga Mesir Tak Mau Sewakan Gedung untuk Kedutaan Israel

Koran utama Yahudi Israel, Yediot Ahronot, melaporkan bahwa hubungan Mesir dan Israel memburuk setelah kedua belah pihak gagal mengadakan gedung baru untuk kedutaan besar Israel di propinsi Jizah, Mesir.

Koran Israel itu menyebutkan selama tujuh bulan terakhir ini, para diplomat Israel di Mesir bekerja tanpa memiliki kantor tetap. Penduduk di kota-kota besar kawasan Timur Tengah menolak untuk menyewakan gedung dan apartemennya sebagai kantor tetap kedutaan besar Israel, tulis koran itu.

Sumber-sumber dalam lingkungan dalam pemerintahan Israel menyebutkan kepada Koran itu bahwa duta besar Israel untuk Mesir bekerja dari sebuah hotel di Kairo. Sebagian besar peralatan dan perangkat kerja milik kedutaan besar Israel di Kairo telah dipindahkan ke Tel Aviv, setelah masyarakat muslim Mesir menyerbu gedung kedutaan besar Israel di Kairo pasca revolusi rakyat yang menumbangkan rezim antek Amerika dan Israel, Husni Mubarak.

Sumber : fimadani

| | Read More »

Jika Bersatu, Muslim Florida Punya Pengaruh di Pemilu AS

Komunitas muslim Florida memiliki potensi untuk memainkan peranan penting dalam pemilu 2012. Potensi itu berupa blok suara yang cukup signifikan guna menghadapi isu islamofobia dan imigrasi.  Hal itu terungkap dalam forum dialog  University of Central Florida.

"Dengan  jumlah 124.000 muslim yang terdaftar sebagai pemilih, apabila itu digabungkan sebagai satu suara maka mereka akan memiliki pengaruh besar pada pemilu," ungkap peneliti Institut Kebijakan Sosial dan Pemahaman yang berbasis di Washington, DC, Daniel Hummel, seperti dikutip orlandosentinel, Selasa (20/3).

Hummel mengatakan di negara bagian Florida,  suara muslim membantu terpilihnya George Bush pada tahun 2000 dan Barack Obama pada tahun 2008. Sayang, kata dia, suara muslim Florida terpecah lantaran mereka berasal dari bangsa dan ras berbeda. "Beberapa datang dari negara yang berselisih paham dengan AS. Artinya apa, mereka tidak akan memberikan suara kepada pihak yang menyudutkan negara asalnya," kata Hummel.

Meski di atas angin, momentum muslim untuk memberikan pengaruhnya bakal terganjal pada masalah ekonomi yang tengah dihadapi masyarakat AS. Studi Institut Kebijakan Sosial dan Pemahaman mencatat 48 persen masalah yang dihadapi masyarakat AS adalah lapangan pekerjaan, jaminan kesehatan, pendidikan dan ekonomi.

"Saat terjadi gejolak, masyarakat AS cenderung mencari kambing hitam untuk disalahkan. Bisa saja muslimlah kambing hitam itu," kata Hummel.

| | Read More »